Saturday, 25 April 2026 BREAKING NEWS
Letusan Gunung

Letusan Gunung Semeru Kembali Guncang Lumajang, Warga Dievakuasi dari Zona Bahaya

Awan panas guguran dan hujan abu lebat menyelimuti sejumlah desa di sekitar Gunung Semeru setelah peningkatan aktivitas vulkanik pada Selasa pagi

Tim Redaksi
Reporter Bencana Alam Global
2 menit baca
Letusan Gunung Semeru Kembali Guncang Lumajang, Warga Dievakuasi dari Zona Bahaya
Kolom abu vulkanik Gunung Semeru terlihat dari Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur. Foto: BNPB

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali meningkat tajam pada Selasa pagi, 28 Oktober 2025.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan besar disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh hampir 5 kilometer ke arah tenggara.
Hujan abu lebat juga dilaporkan terjadi di beberapa desa di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.


Kronologi Kejadian

Letusan terjadi sekitar pukul 06.45 WIB, disertai suara gemuruh kuat dan getaran yang dirasakan warga hingga radius 15 kilometer dari puncak gunung.
Kolom abu terpantau mencapai ketinggian 3.500 meter di atas puncak, menyebar ke arah selatan dan barat daya.
Menurut laporan PVMBG, peningkatan aktivitas ini dipicu oleh tekanan gas vulkanik yang menumpuk di kawah Jonggring Saloko.

Evakuasi dan Tindakan Darurat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang segera melakukan evakuasi terhadap warga di zona merah, terutama di Desa Sumberwuluh, Supiturang, dan Curah Kobokan.
Lebih dari 1.200 warga telah mengungsi ke pos sementara di Kantor Kecamatan Pronojiwo dan beberapa lokasi aman di luar radius 13 km.
Petugas juga mengevakuasi ternak dan mendistribusikan masker kepada warga untuk mengantisipasi dampak hujan abu.

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa status Gunung Semeru masih berada di Level III (Siaga), namun masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif.


Dampak dan Kondisi Terkini

Awan panas guguran menyebabkan kerusakan pada jembatan Curah Kobokan, yang sebelumnya sudah diperbaiki pasca letusan besar tahun 2021.
Sejumlah ruas jalan tertutup material abu vulkanik setebal 3–5 cm, menghambat akses bantuan.
Tim gabungan dari BNPB, TNI, dan relawan kini bekerja membersihkan jalur utama Lumajang–Malang.

Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan logistik tahap awal berupa tenda, makanan siap saji, dan perlengkapan medis, sementara tim kesehatan mendirikan pos darurat untuk penanganan gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.


Aktivitas Vulkanik di Jawa Timur

Letusan Gunung Semeru menambah daftar gunung berapi aktif di Jawa Timur yang menunjukkan peningkatan aktivitas pada tahun 2025, bersama dengan Gunung Raung dan Gunung Ijen.
Fenomena ini menunjukkan pola geologi yang dinamis di jalur cincin api Indonesia.
PVMBG terus memantau aktivitas seismik dan deformasi tanah untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan.

Pemerintah daerah menghimbau masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kesiapsiagaan dan disiplin evakuasi dianggap menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko korban jiwa dalam bencana gunung api yang berulang seperti Semeru.

Tim Redaksi

Reporter berpengalaman di bidang liputan bencana alam dengan fokus pada dampak kemanusiaan dan upaya mitigasi. Telah meliput berbagai bencana besar di Asia Pasifik.

Komentar