Saturday, 25 April 2026 BREAKING NEWS
Tsunami BREAKING NEWS

Tsunami 2 Meter Terjang Pesisir Selatan Jawa Setelah Gempa 7.6 SR di Samudra Hindia

BMKG konfirmasi adanya gelombang tsunami di beberapa wilayah pantai selatan Jawa, ratusan warga dievakuasi ke tempat tinggi

Tim Redaksi
Reporter Bencana Alam Global
3 menit baca
Tsunami 2 Meter Terjang Pesisir Selatan Jawa Setelah Gempa 7.6 SR di Samudra Hindia
Gelombang tsunami setinggi 2 meter menerjang kawasan pantai di Kebumen, Jawa Tengah, setelah gempa besar di Samudra Hindia. Foto: BNPB

Gelombang tsunami setinggi 2 meter dilaporkan menerjang sejumlah wilayah pesisir Jawa bagian selatan, termasuk Pangandaran (Jawa Barat), Cilacap, dan Kebumen (Jawa Tengah), pada Selasa siang, 28 Oktober 2025.
Bencana ini terjadi setelah gempa kuat berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang wilayah Samudra Hindia, sekitar 170 kilometer barat daya Pacitan, Jawa Timur, pada pukul 11.32 WIB.


Kronologi Kejadian

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi di kedalaman 24 kilometer dan termasuk kategori gempa dangkal yang berpotensi tsunami.
Beberapa menit setelah gempa utama, sensor tide gauge di Pelabuhan Cilacap dan Kebumen mencatat kenaikan muka air laut hingga 1,8–2,1 meter.
Gelombang pertama dilaporkan tiba sekitar 18 menit setelah gempa, diikuti gelombang susulan yang lebih kecil.

Guncangan gempa dirasakan kuat di Pacitan, Yogyakarta, Purwokerto, dan Tasikmalaya, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik sementara dan gangguan komunikasi akibat putusnya jaringan listrik.


Evakuasi dan Respons Cepat

BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami level siaga untuk pesisir selatan Jawa dan Bali.
Sirene peringatan berbunyi di beberapa kota pesisir, sementara aparat BPBD, TNI, dan Polri mengarahkan warga menuju titik evakuasi di daerah ketinggian.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa sistem peringatan dini berfungsi dengan baik:

“Gelombang terpantau signifikan di Kebumen dan Cilacap, namun perlahan mulai menurun. Kami tetap meminta masyarakat tidak kembali ke pantai sebelum ada pengumuman resmi kondisi aman.”

Menurut BNPB, lebih dari 8.000 warga telah mengungsi sementara di area perbukitan dan tempat ibadah yang lebih tinggi.
Hingga pukul 13.00 WIB, belum ada laporan korban jiwa, namun puluhan perahu nelayan rusak dan beberapa rumah di tepi pantai hancur akibat hempasan gelombang.


Dampak dan Kondisi Terkini

Tsunami menyebabkan kerusakan berat di Pelabuhan Logending, Kebumen, serta merusak sejumlah fasilitas wisata di kawasan Pantai Pangandaran.
Material kayu, kapal, dan sampah laut berserakan hingga ratusan meter ke daratan.
Di Yogyakarta, gelombang tinggi mencapai 1,2 meter di Pantai Baron dan Pantai Depok, namun tidak menyebabkan kerusakan besar.

BMKG masih memantau aktivitas seismik di sepanjang zona megathrust Jawa–Sumatra, yang menjadi sumber gempa besar berpotensi tsunami.
Sementara itu, masyarakat diminta tetap siaga karena potensi gempa susulan masih tinggi dalam 24 jam ke depan.


Tindakan Lanjutan dan Imbauan

BNPB telah menurunkan tim tanggap darurat nasional untuk menilai kerusakan dan menyalurkan bantuan logistik.
Kementerian Sosial dan relawan lokal membuka posko pengungsian di Cilacap, Kebumen, dan Pacitan, menyediakan makanan siap saji, air bersih, serta layanan medis.

Pemerintah juga memperingatkan masyarakat agar tidak mempercayai informasi hoaks atau video lama yang beredar di media sosial, dan hanya mengikuti update resmi dari BMKG serta BNPB.

Fenomena ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana pesisir dan edukasi masyarakat terhadap prosedur evakuasi tsunami.
Dengan posisi Indonesia di jalur Ring of Fire, kesiapan dan kecepatan respons menjadi faktor penentu dalam mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Tim Redaksi

Reporter berpengalaman di bidang liputan bencana alam dengan fokus pada dampak kemanusiaan dan upaya mitigasi. Telah meliput berbagai bencana besar di Asia Pasifik.

Komentar