<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Bencana Alam Global: Gempa, Badai, Banjir</title><link>https://bencanaalambumi.com/</link><description>Recent content on Bencana Alam Global: Gempa, Badai, Banjir</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Wed, 25 Feb 2026 14:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://bencanaalambumi.com/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Integrasi Sistem Unmanned Aerial Systems (UAS) dalam Arsitektur Resiliensi Logistik Nasional</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/02/integrasi-sistem-unmanned-aerial-systems-uas-dalam-arsitektur-resiliensi-logistik-nasional/</link><pubDate>Wed, 25 Feb 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/02/integrasi-sistem-unmanned-aerial-systems-uas-dalam-arsitektur-resiliensi-logistik-nasional/</guid><description>&lt;p&gt;Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di wilayah &lt;em&gt;Ring of Fire&lt;/em&gt;, menghadapi tantangan logistik yang unik dan kompleks. Kerentanan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung berapi sering kali memutus jalur distribusi konvensional—darat, laut, dan udara komersial—dalam sekejap. Dalam konteks ini, resiliensi logistik bukan lagi sekadar efisiensi biaya, melainkan masalah keamanan nasional dan keberlangsungan hidup. Integrasi &lt;em&gt;Unmanned Aerial Systems&lt;/em&gt; (UAS) atau sistem pesawat tanpa awak ke dalam arsitektur logistik nasional muncul sebagai paradigma baru yang menawarkan kecepatan, fleksibilitas, dan aksesibilitas yang tidak dimiliki oleh moda transportasi tradisional.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Strategi Ketahanan Pesisir: Peran Sensor Real-Time dalam Penyelamatan Jiwa</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/02/strategi-ketahanan-pesisir-peran-sensor-real-time-dalam-penyelamatan-jiwa/</link><pubDate>Sun, 22 Feb 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/02/strategi-ketahanan-pesisir-peran-sensor-real-time-dalam-penyelamatan-jiwa/</guid><description>&lt;p&gt;Ancaman bencana geologi di wilayah &lt;em&gt;Ring of Fire&lt;/em&gt; bukanlah sekadar narasi teoritis, melainkan realitas eksistensial yang membayangi jutaan jiwa yang bermukim di garis pantai. Dalam dekade terakhir, perdebatan mengenai kesiapan menghadapi gempa bumi berskala besar—terutama yang bersumber dari zona subduksi atau &lt;em&gt;megathrust&lt;/em&gt;—telah bergeser dari sekadar respons darurat menuju penguatan strategi ketahanan pesisir berbasis teknologi. Inti dari strategi ini terletak pada kemampuan kita untuk mendeteksi ancaman dalam hitungan detik melalui jaringan sensor &lt;em&gt;real-time&lt;/em&gt; yang terintegrasi secara global.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Optimasi Logistik Udara Nirkabel: Implementasi Drone pada Kawasan Terisolasi Pasca-Bencana</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/02/optimasi-logistik-udara-nirkabel-implementasi-drone-pada-kawasan-terisolasi-pasca-bencana/</link><pubDate>Thu, 12 Feb 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/02/optimasi-logistik-udara-nirkabel-implementasi-drone-pada-kawasan-terisolasi-pasca-bencana/</guid><description>&lt;p&gt;Krisis kemanusiaan yang dipicu oleh bencana alam berskala besar sering kali menyisakan tantangan logistik yang hampir mustahil diatasi dengan metode konvensional. Gempa bumi, tanah longsor, dan banjir bandang secara instan mampu melumpuhkan jaringan transportasi darat, memutus jembatan, dan menimbun akses jalan utama. Dalam skenario di mana &amp;ldquo;Golden Hour&amp;rdquo; atau periode kritis penyelamatan nyawa sangat bergantung pada kecepatan distribusi bantuan medis dan pangan, ketergantungan pada truk pengangkut atau helikopter berawak sering kali menemui jalan buntu akibat biaya operasional yang tinggi dan keterbatasan landasan pacu. Di sinilah optimasi logistik udara nirkabel melalui penggunaan &lt;em&gt;Unmanned Aerial Vehicles&lt;/em&gt; (UAV) atau drone muncul sebagai solusi disruptif yang mampu menembus batas-batas geografis yang terisolasi.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Mengoptimalkan Teknologi Early Warning System: Mitigasi Risiko Tsunami Global</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/02/mengoptimalkan-teknologi-early-warning-system-mitigasi-risiko-tsunami-global/</link><pubDate>Tue, 10 Feb 2026 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/02/mengoptimalkan-teknologi-early-warning-system-mitigasi-risiko-tsunami-global/</guid><description>&lt;p&gt;Ancaman tsunami merupakan salah satu tantangan geofisika paling mematikan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir di seluruh dunia. Terletak di pertemuan berbagai lempeng tektonik aktif, wilayah seperti Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) menjadi laboratorium alam sekaligus zona bahaya permanen. Tragedi tsunami Samudra Hindia tahun 2004 dan tsunami Tohoku di Jepang tahun 2011 telah memberikan pelajaran berharga bagi komunitas sains global bahwa kecepatan informasi adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa. Efektivitas sistem peringatan dini atau &lt;em&gt;Early Warning System&lt;/em&gt; (EWS) tidak hanya bergantung pada kecanggihan perangkat keras, tetapi juga pada integrasi data yang mulus antara sensor di dasar laut dan stasiun pengamatan di darat.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Menjelajahi Kekuatan Alam: Analisis Gempa, Badai, dan Banjir di Era Modern</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/01/menjelajahi-kekuatan-alam-analisis-gempa-badai-dan-banjir-di-era-modern/</link><pubDate>Mon, 26 Jan 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/01/menjelajahi-kekuatan-alam-analisis-gempa-badai-dan-banjir-di-era-modern/</guid><description>&lt;p&gt;Dinamika planet Bumi tidak pernah statis. Sepanjang sejarah geologisnya, Bumi terus bergerak, bernapas, dan menata ulang permukaannya melalui serangkaian proses alamiah yang dahsyat. Namun, di era modern ini—sebuah periode yang oleh sebagian ilmuwan disebut sebagai &lt;em&gt;Anthropocene&lt;/em&gt;—kita menyaksikan pergeseran paradigma yang mengkhawatirkan terkait frekuensi dan intensitas bencana alam. Gempa bumi, badai, dan banjir bukan lagi sekadar catatan kaki dalam buku sejarah geologi, melainkan headline harian yang menuntut perhatian serius dari pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat sipil.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Tanah Longsor di Pegunungan Alpen: Jalur Transportasi Utama Eropa Terputus</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/01/tanah-longsor-di-pegunungan-alpen-jalur-transportasi-utama-eropa-terputus/</link><pubDate>Sun, 25 Jan 2026 16:45:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/01/tanah-longsor-di-pegunungan-alpen-jalur-transportasi-utama-eropa-terputus/</guid><description>&lt;p&gt;Jantung logistik Eropa mengalami kelumpuhan setelah serangkaian tanah longsor hebat melanda wilayah Pegunungan Alpen di perbatasan Swiss, Prancis, dan Italia. Curah hujan ekstrem yang terjadi di luar siklus normal Januari—diduga akibat anomali iklim yang membawa udara hangat dan lembap ke pegunungan—telah memicu ketidakstabilan struktur tanah. Jutaan ton material batuan dan lumpur kini menimbun jalur kereta api strategis serta akses terowongan yang menjadi urat nadi perdagangan lintas negara di Benua Biru.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Krisis Air Afrika Timur: Kekeringan Terparah dalam Satu Dekade Melanda Ethiopia dan Somalia</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/01/krisis-air-afrika-timur-kekeringan-terparah-dalam-satu-dekade-melanda-ethiopia-dan-somalia/</link><pubDate>Thu, 22 Jan 2026 11:00:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/01/krisis-air-afrika-timur-kekeringan-terparah-dalam-satu-dekade-melanda-ethiopia-dan-somalia/</guid><description>&lt;p&gt;Awal tahun 2026 menjadi periode kelam bagi wilayah Tanduk Afrika (&lt;em&gt;Horn of Africa&lt;/em&gt;). Ethiopia dan Somalia kini menghadapi krisis air paling ekstrim dalam satu dekade terakhir setelah lima musim hujan berturut-turut gagal memberikan curah hujan yang memadai. Kondisi ini telah memicu bencana kemanusiaan skala besar, di mana sumber air utama mengering, ternak mati dalam jumlah jutaan, dan lahan pertanian berubah menjadi gurun debu yang gersang.&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="dampak-sistemik-pada-ketahanan-pangan"&gt;Dampak Sistemik pada Ketahanan Pangan&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Ketiadaan air telah melumpuhkan sektor agrikultur yang merupakan tulang punggung ekonomi dan sumber penghidupan utama penduduk di pedesaan. PBB melaporkan bahwa ketahanan pangan di wilayah ini berada pada tingkat &amp;ldquo;Darurat&amp;rdquo; hingga &amp;ldquo;Katastrofe&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Gempa Magnitudo 7,8 Mengguncang Tokyo: Sistem Peringatan Dini Berhasil Meminimalisir Korban</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/01/gempa-magnitudo-78-mengguncang-tokyo-sistem-peringatan-dini-berhasil-meminimalisir-korban/</link><pubDate>Sun, 18 Jan 2026 08:15:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/01/gempa-magnitudo-78-mengguncang-tokyo-sistem-peringatan-dini-berhasil-meminimalisir-korban/</guid><description>&lt;p&gt;Ibu kota Jepang, Tokyo, baru saja melewati ujian ketangguhan infrastruktur setelah gempa bumi berkekuatan &lt;strong&gt;Magnitudo 7,8&lt;/strong&gt; mengguncang wilayah Kanto pada Minggu pagi. Meskipun pusat gempa berada di kedalaman dangkal yang berpotensi destruktif, integrasi antara teknologi peringatan dini (EEW) dan standar konstruksi gedung yang ketat berhasil mencegah terjadinya tragedi kemanusiaan skala besar. Dalam hitungan detik sebelum gelombang seismik utama menghantam, jutaan warga telah menerima notifikasi melalui gawai mereka, memberikan waktu krusial untuk melakukan prosedur keselamatan &amp;ldquo;Drop, Cover, and Hold on&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Ketika Bumi Berbicara: Pelajaran dari Gempa, Badai, dan Banjir yang Mengancam Dunia</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/01/ketika-bumi-berbicara-pelajaran-dari-gempa-badai-dan-banjir-yang-mengancam-dunia/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 09:30:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/01/ketika-bumi-berbicara-pelajaran-dari-gempa-badai-dan-banjir-yang-mengancam-dunia/</guid><description>&lt;p&gt;Fenomena alam yang terjadi belakangan ini bukan sekadar statistik dalam laporan meteorologi atau catatan geologis semata. Ketika lempeng tektonik bergeser memicu gempa dahsyat, atau ketika atmosfer memanas menciptakan badai yang belum pernah terjadi sebelumnya, Bumi seolah sedang berkomunikasi dengan penghuninya. Pesan tersebut keras, jelas, dan mendesak: keseimbangan ekologis sedang terganggu, dan kerentanan manusia terhadap kekuatan alam semakin terekspos secara dramatis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam dekade terakhir, frekuensi dan intensitas bencana alam—baik yang bersifat geologis maupun hidrometeorologis—telah meningkat secara signifikan. Laporan dari &lt;em&gt;United Nations Office for Disaster Risk Reduction&lt;/em&gt; (UNDRR) menunjukkan bahwa kerugian ekonomi akibat bencana alam telah melonjak hingga miliaran dolar setiap tahunnya, belum termasuk biaya sosial yang tak ternilai harganya. Kita tidak lagi berbicara tentang kejadian acak, melainkan sebuah pola sistemik yang diperparah oleh perubahan iklim antropogenik dan urbanisasi yang tidak terkendali.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Badai Kategori 5 Menuju Florida: Jutaan Warga Pesisir Diperintahkan Segera Evakuasi</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/01/badai-kategori-5-menuju-florida-jutaan-warga-pesisir-diperintahkan-segera-evakuasi/</link><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/01/badai-kategori-5-menuju-florida-jutaan-warga-pesisir-diperintahkan-segera-evakuasi/</guid><description>&lt;p&gt;Negara bagian Florida kini berada dalam status siaga penuh setelah Pusat Badai Nasional (NHC) meningkatkan status badai yang mendekat menjadi &lt;strong&gt;Kategori 5&lt;/strong&gt;. Dengan kecepatan angin berkelanjutan mencapai &lt;strong&gt;250 km/jam&lt;/strong&gt;, badai ini diperkirakan akan menghantam daratan (&lt;em&gt;landfall&lt;/em&gt;) dalam waktu kurang dari 24 jam. Gubernur Florida telah mengeluarkan perintah evakuasi wajib bagi jutaan warga yang tinggal di wilayah pesisir rendah, memperingatkan bahwa penundaan evakuasi dapat berakibat fatal akibat potensi &lt;em&gt;storm surge&lt;/em&gt; (kenaikan air laut) yang ekstrem.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Kebakaran Hutan Australia: Gelombang Panas Ekstrem Picu Kebakaran Hebat di New South Wales</title><link>https://bencanaalambumi.com/2026/01/kebakaran-hutan-australia-gelombang-panas-ekstrem-picu-kebakaran-hebat-di-new-south-wales/</link><pubDate>Mon, 05 Jan 2026 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2026/01/kebakaran-hutan-australia-gelombang-panas-ekstrem-picu-kebakaran-hebat-di-new-south-wales/</guid><description>&lt;p&gt;Awal tahun 2026 menjadi periode krisis bagi negara bagian New South Wales (NSW), Australia. Gelombang panas ekstrem yang membawa suhu di atas 45°C telah memicu kebakaran hutan (&lt;em&gt;bushfires&lt;/em&gt;) skala besar yang bergerak cepat menuju wilayah pemukiman padat. Angin kencang yang kering memperburuk situasi, menciptakan fenomena &amp;ldquo;badai api&amp;rdquo; yang sulit dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran darat maupun udara. Otoritas setempat telah mengeluarkan status darurat tertinggi dan memerintahkan evakuasi massal bagi ribuan warga di zona merah.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Tsunami 2 Meter Terjang Pesisir Selatan Jawa Setelah Gempa 7.6 SR di Samudra Hindia</title><link>https://bencanaalambumi.com/2025/10/tsunami-2-meter-terjang-pesisir-selatan-jawa-setelah-gempa-7.6-sr-di-samudra-hindia/</link><pubDate>Mon, 27 Oct 2025 12:10:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2025/10/tsunami-2-meter-terjang-pesisir-selatan-jawa-setelah-gempa-7.6-sr-di-samudra-hindia/</guid><description>&lt;p&gt;Gelombang &lt;strong&gt;tsunami setinggi 2 meter&lt;/strong&gt; dilaporkan menerjang sejumlah wilayah pesisir &lt;strong&gt;Jawa bagian selatan&lt;/strong&gt;, termasuk &lt;strong&gt;Pangandaran (Jawa Barat), Cilacap, dan Kebumen (Jawa Tengah)&lt;/strong&gt;, pada Selasa siang, 28 Oktober 2025.&lt;br&gt;
Bencana ini terjadi setelah gempa kuat berkekuatan &lt;strong&gt;7,6 Skala Richter&lt;/strong&gt; mengguncang wilayah &lt;strong&gt;Samudra Hindia&lt;/strong&gt;, sekitar &lt;strong&gt;170 kilometer barat daya Pacitan, Jawa Timur&lt;/strong&gt;, pada pukul &lt;strong&gt;11.32 WIB&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="kronologi-kejadian"&gt;Kronologi Kejadian&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (&lt;strong&gt;BMKG&lt;/strong&gt;) mencatat gempa terjadi di kedalaman &lt;strong&gt;24 kilometer&lt;/strong&gt; dan termasuk kategori &lt;strong&gt;gempa dangkal yang berpotensi tsunami&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
Beberapa menit setelah gempa utama, &lt;strong&gt;sensor tide gauge&lt;/strong&gt; di Pelabuhan Cilacap dan Kebumen mencatat kenaikan muka air laut hingga &lt;strong&gt;1,8–2,1 meter&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
Gelombang pertama dilaporkan tiba sekitar &lt;strong&gt;18 menit&lt;/strong&gt; setelah gempa, diikuti gelombang susulan yang lebih kecil.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Banjir Bandang Terjang Sumatera Barat, Puluhan Rumah Hanyut dan Warga Mengungsi</title><link>https://bencanaalambumi.com/2025/10/banjir-bandang-terjang-sumatera-barat-puluhan-rumah-hanyut-dan-warga-mengungsi/</link><pubDate>Mon, 27 Oct 2025 11:20:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2025/10/banjir-bandang-terjang-sumatera-barat-puluhan-rumah-hanyut-dan-warga-mengungsi/</guid><description>&lt;p&gt;Hujan deras yang mengguyur wilayah &lt;strong&gt;Sumatera Barat&lt;/strong&gt; sejak Minggu malam menyebabkan &lt;strong&gt;banjir bandang besar&lt;/strong&gt; di beberapa kawasan di Kota &lt;strong&gt;Padang, Agam, dan Tanah Datar&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
Air bah dari &lt;strong&gt;Sungai Batang Kuranji&lt;/strong&gt; meluap dan menghanyutkan puluhan rumah warga, kendaraan, serta jembatan penghubung antar desa.&lt;br&gt;
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (&lt;strong&gt;BNPB&lt;/strong&gt;) melaporkan sedikitnya &lt;strong&gt;9 korban jiwa&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;lebih dari 1.500 warga mengungsi&lt;/strong&gt; ke lokasi aman.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="kronologi-kejadian"&gt;Kronologi Kejadian&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Banjir bandang terjadi sekitar pukul &lt;strong&gt;02.15 WIB&lt;/strong&gt; pada Senin dini hari setelah hujan intensitas tinggi mengguyur tanpa henti selama lebih dari delapan jam.&lt;br&gt;
Debit air meningkat drastis di Sungai Batang Kuranji dan Batang Arau hingga meluap ke permukiman warga di daerah &lt;strong&gt;Kuranji, Lubuk Kilangan, dan Pauh&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Letusan Gunung Semeru Kembali Guncang Lumajang, Warga Dievakuasi dari Zona Bahaya</title><link>https://bencanaalambumi.com/2025/10/letusan-gunung-semeru-kembali-guncang-lumajang-warga-dievakuasi-dari-zona-bahaya/</link><pubDate>Mon, 27 Oct 2025 09:45:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2025/10/letusan-gunung-semeru-kembali-guncang-lumajang-warga-dievakuasi-dari-zona-bahaya/</guid><description>&lt;p&gt;Aktivitas vulkanik &lt;strong&gt;Gunung Semeru&lt;/strong&gt; di Kabupaten &lt;strong&gt;Lumajang, Jawa Timur&lt;/strong&gt; kembali meningkat tajam pada Selasa pagi, 28 Oktober 2025.&lt;br&gt;
&lt;strong&gt;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)&lt;/strong&gt; mencatat letusan besar disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh hampir &lt;strong&gt;5 kilometer ke arah tenggara&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
Hujan abu lebat juga dilaporkan terjadi di beberapa desa di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="kronologi-kejadian"&gt;Kronologi Kejadian&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Letusan terjadi sekitar pukul &lt;strong&gt;06.45 WIB&lt;/strong&gt;, disertai suara gemuruh kuat dan getaran yang dirasakan warga hingga radius 15 kilometer dari puncak gunung.&lt;br&gt;
Kolom abu terpantau mencapai &lt;strong&gt;ketinggian 3.500 meter di atas puncak&lt;/strong&gt;, menyebar ke arah selatan dan barat daya.&lt;br&gt;
Menurut laporan PVMBG, peningkatan aktivitas ini dipicu oleh tekanan gas vulkanik yang menumpuk di kawah Jonggring Saloko.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Gempa Dahsyat 7.8 SR Guncang Turki dan Suriah, Ribuan Korban Jiwa Dilaporkan</title><link>https://bencanaalambumi.com/2025/10/gempa-dahsyat-7.8-sr-guncang-turki-dan-suriah-ribuan-korban-jiwa-dilaporkan/</link><pubDate>Mon, 27 Oct 2025 08:30:00 +0700</pubDate><guid>https://bencanaalambumi.com/2025/10/gempa-dahsyat-7.8-sr-guncang-turki-dan-suriah-ribuan-korban-jiwa-dilaporkan/</guid><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GAZIANTEP, TURKI&lt;/strong&gt; - Gempa bumi berkekuatan 7.8 skala Richter mengguncang wilayah perbatasan Turki dan Suriah pada Senin (6/2) dini hari waktu setempat, menewaskan ribuan orang dan menghancurkan ribuan bangunan dalam radius ratusan kilometer. Ini adalah gempa paling mematikan yang melanda kawasan tersebut dalam lebih dari satu abad.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gempa terjadi pada pukul 04.17 waktu setempat dengan episentrum terletak 33 kilometer dari kota Gaziantep di selatan Turki, pada kedalaman 17,9 kilometer. Getaran dahsyat ini terasa hingga ke Cyprus, Lebanon, dan Israel, membangunkan jutaan penduduk dari tidur mereka dalam kepanikan.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>